|
Japanese Language Program for Overseas Students 2010 (University Student/Autumn Course) Oleh : Eka Marthanty Indah Lestari, Mahasiswa KWJ 2009 Saya sangat senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Japanese Language Program for Overseas Students selama enam minggu (5 Oktober 2010-17 November 2010) di Japan Foundation Language Centre Kansai, Osaka, Jepang. Beasiswa yang saya dapatkan merupakan hasil kerja sama antara OGFICE (Osaka Gas Foundation of International Cultural Exchange) dan Kajian Wilayah Jepang Universitas Indonesia.  Peserta Japanese Language Program for Overseas Students 2010 Program ini diikuti oleh 32 mahasiswa yang berasal dari 18 negara, yaitu Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Ukraina, Kazakhstan, Belarus, Hungaria, Rumania, Polandia, Republik Ceko, Bulgaria, Siria, Arab Saudi, Iran, Mesir, Kenya dan Brasil. Tujuan dari program ini adalah: 1) Menggunakan bahasa Jepang yang telah dipelajari di negara masing-masing secara efektif. 2) Memperoleh pengalaman mengenai Jepang secara langsung serta memahami Jepang. 3) Menemukan strategi yang dapat digunakan untuk belajar bahasa Jepang. Kami memperoleh berbagai pengalaman selama mengikuti program ini. Diantaranya, berpidato dan melakukan presentasi di depan orang Jepang, diskusi mengenai masalah-masalah sosial yang terdapat di Jepang serta membandingkannya dengan negara masing-masing, serta belajar mewawancarai orang Jepang. Selain itu, kami juga memiliki banyak kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan orang Jepang melalui kegiatan seperti exchanging meeting dengan mahasiswa-mahasiswa Jepang, kunjungan ke Sekolah Dasar, serta melalui program home visit (mengunjungi rumah orang Jepang). Kami juga berkesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan Jepang. Misalnya, Wadaiko (memainkan drum Jepang), Kizuke (memakai kimono yang merupakan pakaian tradisional Jepang), Aikido (seni bela diri Jepang), Sado (upacara minum teh), Shodo (kaligrafi Jepang), dan mengikuti berbagai macam matsuri (festival kebudayaan) yang diselenggarakan pada saat musim gugur.  Wadaiko (Drum Jepang)  Hiroshima Study Trip Selama mengikuti program ini, kami juga sering berpergian ke beberapa tempat-tempat di Jepang melalui program Osaka Orienteering, dan Study Trip ke Tokyo, Kyoto dan Hiroshima. Kami mengunjungi beberapa tempat bersejarah selama berada di kota-kota tersebut. Setiap akhir pekan atau hari libur, kami juga diizinkan untuk berpergian sendiri ke tempat-tempat yang ingin dikunjungi selama berada di Jepang. Saya sendiri memanfaatkan kesempatan ini untuk mengunjungi Nara, Wakayama, dan Kobe. Saya sangat berterimakasih kepada OGFICE dan Kajian Wilayah Jepang Universitas Indonesia, karena melalui program ini, saya dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai Jepang. Saya harap program ini akan tetap berjalan di tahun-tahun yang akan datang, sehingga semakin banyak mahasiswa Kajian Wilayah Jepang Universitas Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk belajar di Jepang. |